Dehidrasi pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Wednesday, September 17, 2014
Dehidrasi pada bayi

Dehidrasi pada bayi adalah kondisi dimana bayi kehilangan terlalu banyak cairan atau kurang mendapatkan cairan. Dehidrasi cukup umum terjadi pada bayi, karena di usianya yang muda mereka sangat sensitif untuk kehilangan cairan. Namun, dehidrasi dapat menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani.

Gejala dehidrasi pada bayi

Gejala-gejala di bawah ini mungkin mengindikasikan bayi Anda mengalami dehidrasi:
  • Kulit atau bibir kering
  • Fontanel terlihat cekung (fontanel adalah area lembut di bagian atas kepala bayi)
  • Jarang atau tidak buang air (ditandai dengan popok yang kering)
  • Mata cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Urin berwarna kuning gelap
  • Lesu dan mengantuk
  • Napas cepat
  • Dingin pada tangan dan kaki.
Penyebab dehidrasi pada bayi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi Anda mengalami dehidrasi, antara lain:
  • Demam. Demam menjadi penyebab utama dehidrasi pada bayi. Ketika bayi mengalami demam, ia akan berkeringat dan air menguap keluar melalui kulitnya. Pada saat demam, bayi juga biasanya bernapas lebih cepat,  sedangkan proses bernapas akan mengurangi cairan di dalam tubuh.
  • Overheat. Bayi akan berkeringat dan kehilangan cairan dengan mudah ketika terkena cahaya matahari (bukan berarti sinar matahari jelek bagi bayi) atau ia aktif di cuaca yang panas. Bayi juga dapat mengalami overheat ketika berada di ruangan yang pengap atau karena menggunakan lapisan/pakaian yang terlalu banyak atau tebal.
  • Diare dan muntah. Jika bayi Anda mengalami masalah pada perut seperti gastroenteritis, ia dapat kehilangan banyak cairan akibat diare dan muntah. Saat diare, tubuh bayi tidak mampu menyerap atau menyimpan cairan dari usus, yang berarti bayi akan lebih cepat mengalami dehidrasi.
  • Tidak mau minum. Bayi bisa saja tidak mau minum atau menyusu karena beberapa alasan seperti sakit mulut, sariawan, sakit tenggorokan atau karena giginya sedang tumbuh. Terkadang juga bayi menolak minum karena hidungnya buntu atau pilek.
Pengobatan dehidrasi pada bayi

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan dirumah untuk mengatasi dehidrasi pada bayi, yakni:
  • Berikan ia cairan seperti ASI atau susu formula dalam jumah yang sedikit namun sering. Berikan juga air meskipun bayi Anda meminum ASI atau susu formula. Jangan berikan jus buah apalagi minuman berkarbonasi jika bayi Anda dehidrasi karena diare atau muntah.
  • Berikan ia oralit. Oralit akan membantu menggantikan cairan, yaitu garam dan gula yang hilang dari tubuh bayi. Baca dengan benar dosis dan cara penggunaan oralit pada kemasannya.
  • Jika bayi Anda tidak mau minum karena ia sulit menelan, berikan ia parasetamol atau ibuprofen agar ia merasa nyaman. Tapi ingat, bayi baru boleh diberikan parasetamol jika telah berusia dua bulan, dan berusia tiga bulan untuk diberikan ibuprofen. Namun, sebaiknya mintalah saran ke dokter mengenai hal ini.
  • Saat cuaca panas, usahakan untuk menempatkan bayi Anda di tempat yang dingin, jauhkan dari cahaya matahari dan berikan ia cairan yang banyak. Saat cuaca panas, jika ASI sudah diberikan, tidak perlu lagi diberikan air. Tapi jika ia hanya diberi susu formula, berikan juga air.
  • Jika bayi Anda sangat dehidrasi, ditandai dengan gejalanya yang hebat, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit. Perawatan di rumah sakit biasanya adalah dengan pemberian cairan melalui intravena (infus) di tangannya, atau dengan memasukkan tabung makanan melalui hidung. Dehidrasi berat bisa jadi merupakan dampak dari penyakit lain, seperti gastroenteritis atau penyakit saluran pernapasan, seperti pneumonia atau bronkiolitis.
Janganlah panik ketika bayi Anda mengalami dehidrasi, karena kebanyakan kasus dehidrasi tidaklah berbahaya. Yang penting bayi harus diberikan banyak cairan (seperti langkah atas). Dehidrasi sangat umum terjadi pada bayi, dan biasanya dokter hanya menyarankan perawatan di rumah, yaitu pemberian banyak cairan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.