Menghilangkan Tahi Lalat Secara Medis dan Tradisional

Wednesday, March 05, 2014
Nevus pigmentosus atau dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai tahi lalat adalah tumor jinak pada kulit yang paling sering dijumpai pada manusia. Tahi lalat umumnya berwarna gelap atau juga kecoklatan, menempel rata pada kulit dan ada pula yang muncul, besarnya tetap, meskipun ada pula yang terus membesar.

Tahi lalat pada dasarnya merupakan bawaan lahir, namun tahi lalat juga bisa muncul saat dewasa. Munculnya tahi lalat saat dewasa umumnya dipicu oleh karena seringnya kontak dengan sinar matahari, yang berdampak pada meningkatnya pigmen melanin. Pigmen melanin sendiri adalah pigmen penentu utama dari warna kulit seseorang. Tahi lalat juga dapat muncul karena faktor genetik (keturunan), obat-obatan pemutih kulit, makanan cepat saji, atau bahan-bahan yang mengandung arsen.

Tahi lalat
Gambar: skinblemishcare.wordpress.com
Tahi lalat merupakan indikasi adanya penumpukan pigmen yang sudah tertahan di bawah kulit sejak masih dalam kandungan. Pigmen-pigmen ini memiliki tempat/sarang di bawah kulit dan dapat muncul sewaktu-waktu. Inilah alasan tahi lalat bisa bertambah banyak seiring bertambahnya usia.

Rata-rata setiap orang memiliki 10-40 tahi lalat di tubuhnya, yang lokasinya beragam seperti pada bibir, kening, tangan, kaki, dan anggota-anggota tubuh lainnya. Sebagian orang menyukai adanya tahi lalat pada salah satu anggota tubuhnya, namun tidak sedikit pula orang yang tidak menyukai tahi lalat muncul pada anggota tubuhnya terlebih jika tahi lalat itu berukuran besar dan mengganggu penampilan.

Selain mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri, tahi lalat yang besar dan terus tumbuh, juga bisa berbahaya bagi kesehatan. Tahi lalat yang warna, bentuk dan ukurannya berubah dan sering terasa gatal mengindikasikan adanya kanker kulit yang disebut sebagai melanoma.

Menghilangkan tahi lalat secara medis

Karena tahi lalat merupakan masalah pada kulit, maka yang pertama Anda harus datangi adalah dokter spesialis kulit. Namun jika dirasa tahi lalat Anda adalah tahi lalat yang berbahaya seperti yang kami cirikan diatas (membesar, berubah bentuk dan warna dengan cepat), Anda boleh langsung menemui dokter spesialis onkologi (bedah tumor). Karena dokter bedah tumor memiliki alat-alat yang lebih praktis dalam mengangkat tahi lalat. Soal biayanya tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan pengangkatan tahi lalat tersebut.

Selain menghilangkan tahi lalat dengan cara diangkat dengan alat medis, ada pula teknik menghilangkan tahi lalat dengan laser. Teknik ini dinamakan ablasi, yakni membakar kelainan atau permasalahan pada kulit. Secara teoritis, laser akan mengikis lapisan demi lapisan tahi lalat Anda hingga hilang sepenuhnya.

Teknis laser untuk menghilangkan tahi lalat
Gambar:dermatendadvisor.com
Untuk menghilangkan tahi lalat dengan teknik laser, setidaknya dibutuhkan tembakan laser selama 5 sampai 10 menit (tergantung tingkat kesulitan). Sedangkan untuk tahi lalat dengan tingkat kesulitan lebih tinggi (misalnya akarnya dalam), mungkin tidak cukup satu kali tembakan laser, bisa beberapa kali dalam beberapa kunjungan. Mudah dan praktis, hanya saja biaya yang harus dikeluarkan lebih besar daripada teknik pengangkatan tahi lalat yang biasa.

Menghilangkan tahi lalat secara tradisional

Dari berbagai sumber dan pandangan-pandangan masyarakat, kami mengumpulkan beberapa cara alami untuk membantu menghilangkan tahi lalat, diantaranya:

Cuka apel

Cuka apel
Gambar: compendiumblog.com
Cuka merupakan hasil dari peragian atau fermentasi. Fermentasi sendiri adalah proses dimana gula dalam makanan (buah, sayuran, beras dll) dipecah oleh bakteri dan ragi, sedangkan pada cuka apel, bahan yang digunakan adalah bubuk apel. Pada tahap awal fermentasi, gula diubah menjadi alkohol, kemudian alkohol mengalami fermentasi lebih lanjut untuk menghasilkan cuka.

Cuka apel sudah terkenal memilki banyak khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Salah satunya adalah untuk membantu menghilangkan tahi lalat.

Caranya: Siapkan semangkuk air panas, tuangkan dua sendok makan cuka apel ke dalamnya. Ambil sebuah kapas, rendam di larutan cuka apel, kemudian kompreskan selama 20-30 menit pada tahi lalat yang ingin dihilangkan. Bilas dengan air dingin atau kompres dengan es batu setelahnya. Lakukan berulang setiap hari sampai tahi lalat benar-benar hilang.

Bawang putih

Bahan alami lainnya untuk menghilangkan tahi lalat adalah bawang putih. Kandungan sulfur yang terdapat pada bawang putih akan membantu menghilangkan tahi lalat.


Caranya: haluskan bawang putih kemudian kompreskan pada tahi lalat. Atau untuk lebih baik gunakan plester yang dilumuri dengan bawang putih yang sudah dihaluskan tadi, dan tempelkan pada bagian yang diinginkan. Biarkan semalaman. Lakukan selama beberapa kali agar tahi lalat benar-benar hilang.

Getah Bunga Kamboja

Mungkin bahan yang satu ini tidak tersedia di pasar, harus diambil sendiri atau menyuruh orang lain.
Caranya: oleskan getah bunga kamboja pada kapas, selanjutnya letakkan pada tahi lalat yang ingin dihilangkan, dan biarkan hingga kering. Lakukan secara teratur hingga tahi lalat benar-benar hilang. Namun perlu menjadi perhatian bahwa getah bunga kamboja ini bersifat tajam, usahakan pengolesan tidak merembet ke bagian kulit lain yang sehat, karena bisa menyebabkan perlukaan.

Kapur sirih dan sabun colek

Nah, cara terakhir ini tidak kami dukung dan tidak kami rekomendasikan, karena ini bukan lagi menggunakan bahan alami melainkan sudah menggunakan bahan kimia. Perlu dingat, bahwa faktanya tidak semua bahan alami sesuai secara medis untuk mengobati penyakti tertentu, apalagi yang sudah menggunakan bahan kimia. Namun karena banyaknya pendapat dan saran masyarakat mengenai ampuhnya menghilangkan tahi lalat dengan cara ini, maka kami tetap informasikan kepada Anda.

Caranya: taruh kapur sirih dan sabun colek di sendok makan dan campur dengan air putih secukupnya. Aduk rata hingga semua bahan tercampur benar. Lalu oleskan ramuan ini dengan kapas atau cotton buds ke tahi lalat yang ingin dihilangkan dan biarkan mengering. Biasanya dalam proses muncul rasa perih. Lakukan seperlunya saja hingga tahi lalat benar-benar hilang.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.