Tangan Kaku Membengkak, Apakah Asam Urat?

Tuesday, February 11, 2014
Tangan kaku membengkak
Seorang ibu berumur 30 tahun mengeluhkan tangannya yang sering kaku dan terasa tebal. Gejala itu terjadi apabila tangannya tidak sedang beraktivitas. Didiamkan beberapa saat, tangan itu sedikit memerah dan tampak sedikit membengkak. Apakah itu merupakan tanda-tanda asam urat?

Dalam ilmu kedokteran, keluhan tangan yang terasa kaku dan tebal bisa termasuk dalam keluhan muskuloskeletal*, yang disebabkan karena adanya kelainan pada otot, tulang, dan persendian, atau keluhan neurologis yang disebabkan oleh kelainan saraf.


Kemungkinan Penyebab

Jika hanya merujuk pada gejala-gejala yang dialami ibu tersebut, kemungkinan penyebab dari kekakuan pada tangannya sangat banyak sekali, karena untuk menentukan diagnosis akan diperlukan wawancara dan pemeriksaan medis lebih lanjut. Meskipun demikian, berdasarkan gejala yang dialami ibu tersebut, ada tiga penyakit yang paling mungkin menyebabkannya, yaitu:

1. Artritis Gout
Penyakit ini sering dikenal juga dengan nama asam urat. Artritis gout merupakan penyakit akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi yang mengakibatkan peradangan. Biasanya, sendi yang terkena hanya satu, dan paling sering mengenai sendi ibu jari kaki.

Sendi yang mengalami artritis gout akan terlihat bengkak dan merah serta nyeri. Selain sendi ibu jari, persendian yang juga dapat terkena adalah pergelangan kaki, pergelangan tangan dan jari tangan. Artritis gout dapat mengenai pria dan wanita, dengan angka kejadian paling sering pada usia 30-an
(pada pria) dan 40-an (pada wanita).

2. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Diterjemahkan dalam bahasa indonesia sebagai sindrom terowongan karpal. CTS merupakan kondisi yang terjadi akibat terjepitnya saraf di daerah pergelangan tangan. Kondisi ini sering terjadi pada usia 30-an dan 60-an, dimana mayoritas penderitanya adalah wanita.

Gejala yang biasanya dialami oleh pasien dengan CTS adalah nyeri, kebal, rasa terbakar, rasa kesemutan di jari-jari serta tangan yang dapat menjalar ke siku. Pasien juga kadang mengeluhkan adanya rasa kaku pada tangan. Pada CTS, keluhan biasanya memberat ketika pasien mengerjakan pekerjaan manual menggunakan tangan, seperti mencuci, menggosok baju, mengangkat barang-barang, dll.
Carpal Tunnel Syndrome
Carpal Tunnel Syndrome (Gambar: athensyoga.gr)

3. Rheumatoid Artritis (RA)
RA merupakan penyakit yang sebabnya tidak diketahui dengan pasti, dan diduga faktor yang paling berperan adalah faktor genetik. Penyakit ini merupakan penyakit peradangan kronik seluruh tubuh, dengan keluhan utama terjadi pada persendian.

Gejala yang biasanya muncul pada pasien dengan Rheumatoid Artritis adalah kekakuan pada pagi hari, pembengkakan di sekitar sendi, penurunan sensitivitas/muncul rasa kebal, sendi yang terkena biasanya di pergelangan tangan atau persendian jari, mengenai lebih dari satu persendian, dan keluhan bersifat simetris (mengenai kedua sisi tubuh).

Diagnosis

Untuk mendiagnosis dengan tepat mengenai keluhan yang dialami Ibu tersebut, seorang dokter perlu mengetahui terlebih dahulu apakah keluhan ini berasal dari otot, tulang, saraf, atau persendian. Lalu apakah kelainan ini bersifat akut (mendadak) atau kronik (menahun/jangka panjang) juga apakah terjadi peradangan atau tidak.

Dokter juga akan bertanya sudah berapa lama tentang sudah merasakan keluhan tersebut, kapan keluhan tersebut muncul (pagi/siang/malam). Bagian tangan mana saja yang terkena (yang disebut dengan tangan apakah pergelangan, ibu jari, atau jari-jari lain), apakah ada trauma/benturan sebelumnya, apakah terlihat perubahan anatomi/bentuk tangan dan jari-jari, serta dokter juga perlu mengetahui aktivitas Ibu sehari-hari.
Jika semua keterangan ini dapat tergali secara detail, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium yang menunjang (seperti foto rontgen, cek darah, dll), maka dokter bisa menegakkan diagnosis serta memberikan pengobatan yang tepat.

Saran-saran

Meskipun diagnosis masih belum jelas, namun ada beberapa saran yang bisa membantu mengatasi keluhan tangan kaku dan membengkak selain tentu saja si pasien harus mengunjungi dokter.

1. Istirahatkan tangan
Jika terjadi proses peradangan pada persendian, saraf ataupun otot di tangan, maka mengistirahatkan tangan dan meminimalisir pekerjaan-pekerjaan manual yang berat dapat membantu mengurangi gejala tangan kaku dan membengkak.

3. Mengonsumsi obat analgesik (anti-nyeri)
Beberapa obat anti-nyeri dapat dibeli secara bebas, mulai dari parasetamol, ibuprofen, asam mefenamat, dan lain-lain. Konsumsi obat-obatan ini dapat dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan aturan pakainya, mulai dari dosis, waktu konsumsi, hingga efek samping.

*Muskuloskeletal adalah sistem kompleks yang melibatkan otot-otot dan kerangka tubuh, dan termasuk sendi, ligamen, tendon, dan saraf.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.