Perubahan Lingkungan Risiko Jantung Abnormal

Sunday, January 05, 2014
Palpitasi di EKG

Saat jantung berdenyut dalam keadaan normal, seseorang tidak akan menyadarinya dalam menjalankan aktivitas. Tetapi ketika denyut jantung sering berdebar dengan kuat, maka perasaan tidak nyamanlah yang akan dirasakan penderitanya. Inilah yang disebut dengan palpitasi.

Biasanya detak jantung yang lebih cepat berkisar 100 kali per menit dan seseorang yang mengalaminya biasa dikarenakan gangguan irama jantung atau yang diistilahkan sebagai aritmia cordis, dimana jantung berdetak tidak teratur. Jika keduanya terjadi, maka seseorang dapat mengalami detak jantung yang cepat dan tidak teratur.

Perubahan lingkungan yang mendadak tentu saja juga bisa menyebabkan fungsi jantung menjadi abnormal, sehingga memicu terjadinya palpitasi jantung. Seperti diakibatkan keadaan cemas atau munculnya perasaan takut atau stres. Selain itu, palpitasi juga dapat muncul karena aktivitas olahraga atau karena meminum obat-obatan tertentu.

Bila terjadi palpitasi sedangkan tidak dalam keadaan berolahrga, tiba-tiba detakan jantung lebih cepat dan disertai gangguan irama jantung, maka hal ini harus diwaspadai. Bisa jadi hal itu merupakan tanda dari penyakit jantung, diantaranya penyakit jantung koroner, penyakit jantung katup (katup jantung) atau jantung hipertensi. Dapat juga berasal dari penyakit luar jantung seperti penyakit gondok beracun atau tiroid.

Pada aritmia cordis, dapat terjadi gangguan ringan atau gangguan yang berat. Bila masih berupa gangguan ringan, maka tidak membutuhkan perawatan khusus. Karena bisa hilang sendiri, seperti yang terjadi saat stres. Namun bila yang terjadi itu berat, butuh perawatan khusus karena biasanya didasarkan dengan kelainan jantung.

Untuk mengetahui mana gangguan yang ringan dan berat, dapat diketahui dengan proses elektrokardiografi (EKG) atau rekam jantung. Sedangkan untuk pengobatannya dapat diberikan defibrilator (stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi ), serta dengan tindakan ablasi (biasanya menggunakan kateter - tabung fleksibel yang panjang, yang dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha menuju jantung).

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.