Menangani Batuk Pilek pada Anak Secara Tepat

Friday, January 10, 2014
Anak minum obat batuk

Di tengah kesibukan orang tua dalam aktifitas sehari-hari ditambah dengan cuaca yang kurang mendukung ada kemungkinan terserang batuk dan pilek. Terlebih pada anak-anak karena sistem pertahanan tubuhnya belum sempurna. Batuk dan pilek selain bisa mengganggu aktifitas juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan lainnnya. Jadi sebaiknya harus ditangani dengan segera. Berikut beberapa langkah tepat menangani batuk pilek pada anak.

Apa itu batuk pilek?

Batuk pilek merupakan kumpulan gejala yang disebabkan adanya invasi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, mulai dari hidung hingga tenggorokan. Biasanya akan sembuh dengan sendirinya bila pertahanan tubuh cukup baik.

Apa penyebab batuk pilek?

Batuk pilek disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus. Biasanya menyerang ketika sistem pertahanan tubuh mulai menurun, misalnya saat kelelahan atau cuaca yang kurang bersahabat. Pada saat terserang virus, ada kemungkinan juga banyak bakteri yang turut menginfeksi tubuh.

Bagaimana jika ada anggota keluarga yang terkena batuk pilek?

Dalam aktifitasnya sehari-hari, setiap orang dewasa berkemungkinan terserang batuk pilek. Yang lebih rentan lagi adalah anak-anak karena sistem pertahanan tubuhnya yang belum sempurna. Ketika seorang dewasa atau seorang anak kecil terserang batuk pilek, yang harus dilakukan adalah:

1. Istirahat sebanyak mungkin.

2. Minum air putih yang banyak. Selain itu tetap makan makanan yang mengandung gizi cukup dan perbanyak makan buah dan sayur.

3. Konsumsilah obat yang dapat meringankan gejala batuk dan pilek. Pada siang hari sebaiknya konsumsilah obat batuk yang tidak menyebabkan kantuk (kecuali bila Anda tidak beraktifitas). Sedangkan untuk malam hari, supaya gejala tidak mengganggu waktu istirahat konsumsilah obat batuk pilek yang menyebabkan kantuk.

4. Untuk anak-anak, dapat diberikan obat yang meringankan gejala batuk dan pilek yang sesuai dengan jenis dan dosisnya yang tercantum pada kemasan.

5. Usahakan untuk menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan siku bagian dalam guna meminimalisir penularan kepada anggota keluarga lain.

6. Cuci tangan teratur menggunakan sabun, terutama setelah batuk atau bersin. Jika tidak ada sabun atau air, gunakan pembersih tangan yang bebas alkohol.

Kapankah harus ke dokter?

1. Gejala menetap lebih dari 10 hari pada orang dewasa atau lebih dari 3 hari pada anak-anak.

2. Terdapat nyeri pada telinga, tenggorok atau saat menelan yang semakin parah.

3. Dahak atau lendir hidung berwarna kekuningan atau hijau.

4. Nyeri pada sekitar mata dan pipi yang terjadi lebih dari seminggu.

5. Jika si kecil tampak sesak napas dan lemas.

PERHATIAN

1. Jika pada si kecil juga terdapat demam, jangan lupa lakukan pertolongan pertama pada demam.

2. Bersihkan lendir hidung secara teratur menggunakan kain yang lembut.

3. Karena respon batuk yang belum baik, bantulah si kecil untuk mengeluarkan dahak dengan melakukan tepukan lembut pada punggung si kecil secara rutin.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.