Langkah Tepat Menangani Luka

Friday, January 17, 2014
Luka

Pada saat melakukan aktivitas di rumah, tiba-tiba tanpa sengaja Anda atau anak Anda teriris pisau, gunting, atau cutter? Atau saat anak Anda bermain tiba-tiba kakinya tergores kaca sehingga menyebabkan luka terbuka dan mengeluarkan darah? Berikut tips-tips untuk penanganan pertama pada luka.

Apa itu Luka?

Luka merupakan adanya diskontinuitas pada jaringan kulit dan sekitarnya.

Apa yang Menyebabkan Luka?

Beberapa aktivitas rumah dapat menyebabkan luka antara lain teriris pisau, gunting, atau cutter, tergores ujung benda yang tajam atau tertumpah air panas.

Bagaimana Jika Ada Anggota Keluarga yang Terluka?

1. Jangan panik.

2. Tekan luka dengan kain bersih, tisu atau kapas hingga perdarahan berhenti.

3. Bersihkan luka dengan menggunakan air mengalir. Hindari membersihkan luka menggunakan alkohol karena ini akan menyebabkan kerusakan jaringan.

4. Berikan larutan antiseptik, misalnya povidone iodine dan tutup luka dengan plester. Hindari pemberian salep antibiotik jika Anda tidak bisa memastikan bahwa luka sudah bersih.

5. Hindari pengolesan bahan-bahan tradisional karena malah dapat menyebabkan infeksi pada luka.

6. Kompres luka dengan es untuk mengurangi bengkak di sekitar luka.

7. Anjurkan untuk minum obat sakit kepala yang mengandung Paracetamol karena dapat membantu menghilangkan nyeri. Pastikan tidak memiliki alergi terhadap obat tersebut.

Kapan Sebaiknya Harus ke Dokter?

1. Perdarahan yang terjadi terus menerus lebih dari 5 menit.

2. Ketika ada kesulitan untuk menggerakan anggota tubuh yang terluka.

3. Bengkak pada luka yang bertambah parah.

4. Terlihat adanya luka robek karena memerlukan tindakan penjahitan untuk menutup luka.
 
5. Luka disebabkan oleh gigitan hewan.

6. Luka dengan tanda-tanda infeksi: kemerahan, nyeri, bengkak atau nanah.

PERHATIAN

1. Untuk luka bakar hindari membubuhkan bahan tradisional diatas luka bakar karena dapat menyebabkan infeksi. Lihat Penanganan Pertama pada Luka Bakar.

2. Jika ada luka bakar sebaiknya segera ke dokter.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.