15 Fakta Tentang Penyakit Lupus

Tuesday, January 28, 2014
Lupus
Lupus merupakan penyakit yang rumit. Orang-orang yang mengidap lupus sering diabaikan karena mereka terlihat tidak sakit parah. Banyak penderita lupus yang menderita dalam kesendiriannya akibat luput dari keakuratan pemeriksaan (acapkali dinyatakan tidak memiliki penyakit yang berbahaya).

Di bawah ini adalah 15 fakta mengenai penyakit lupus yang harus Anda ketahui. Namun agar lebih memahami seluk beluk mengenai lupus, ada baiknya Anda baca dulu artikel lupus sebelumnya.

1. Lupus adalah penyakit autoimun. Artinya sistem kekebalan tubuh akan menyerang jaringan-jaringan dan sel-sel normal seperti sendi, kulit, ginjal, paru-paru, jantung, sistem saraf dan organ tubuh lainnya.

2. Lupus tidak menular, bahkan melalui hubungan badan sekalipun. Anda tidak bisa tertular lupus dari orang lain dan Anda tidak bisa menularkan lupus kepada orang lain.

3. Lupus dianggap sebagai penyakit yang sulit dideteksi, karena gejalanya berbeda pada tiap orang. Gejala lupus akan meniru gejala-gejala penyakit lain, itulah lupus dijuluki sebagai "the great imitator".

4. Lupus tidak mirip dan tidak ada hubungan dengan kanker. Kanker merupakan kondisi keganasan, suatu jaringan abnormal yang tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan sekitarnya. Sedangkan lupus adalah penyakit autoimun.

5. Lupus tidak mirip dan tidak ada hubungan dengan HIV (Human Immune Deficiency Virus) atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada HIV atau AIDS, sistem kekebalan tubuh kurang aktif, sedangkan pada lupus, sistem kekebalan tubuh malah terlalu aktif.

6. Gejala lupus berbeda-beda pada tiap orang, dapat timbul dan hilang. Beberapa diantaranya adalah nyeri sendi atau arthritis, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri dada saat mengambil napas dalam, rasa lelah yang hebat, demam tanpa sebab, gelisah, rambut rontok, sariawan, sensitif terhadap sinar matahari, ruam seperti kupu-kupu di atas pipi. 

7. Lupus dapat menyebabkan peningkatan risiko masalah pada darah seperti anemia, volume darah rendah, trombosis, masalah pembekuan dan radang dinding pembuluh darah. Karena masalah ini, jaringan, sel, organ dan bahkan kematian tulang bisa terjadi.

8. Orang-orang dari semua ras dan etnis bisa terkena lupus.

9. Lupus umumnya menyerang wanita usia subur (15-44 tahun). Namun pria, anak-anak, dan remaja juga bisa terkena lupus.

10. Wanita dari kulit berwarna memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih besar untuk mengidap lupus dibandingkan ras Kaukasia.

11. Tingkat keparahan lupus bisa ringan sampai berat yang bisa mengancam jiwa. Penderita lupus harus selalu mendapatkan perawatan medis. Dengan pengobatan yang baik, banyak penderita lupus yang bisa menjalani hidup secara normal.

12. Penyakit lupus tergolong dalam jenis penyakit flare (gejala memburuk dan Anda akan sakit) dan remisi (gejala berkurang dan Anda membaik).

13. Tidak ada uji laboratorium khusus yang dapat menentukan apakah seseorang itu mengidap lupus atau tidak.

14. Dari sebuah penelitian, didapati bahwa sudah 5 juta orang di seluruh dunia yang mengidap lupus.

15. Pengobatan lupus akan berbeda-beda pada tiap orang. Pengobatan konservatif untuk lupus dengan NSAID (misalnya obat anti-inflamasi seperti ibuprofen) dan Plaquenil mungkin cocok untuk penderita lupus dengan gejala seperti nyeri sendi, nyeri otot, kelelahan, dan ruam kulit. Pengobatan yang lebih keras mungkin akan menggunakan kortikosteroid dosis tinggi dan obat imunosupresif yang digunakan bila ada komplikasi pada organ.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.