Bullying (Bully), Jangan Sampai Buah Hati Anda Mengalaminya

Saturday, October 05, 2013
bullying

Gambar diatas adalah penggalan sebuah lagu dari sebuah band nasional yang menggunakan kata "Bully." Akhir-akhir ini kata ini menjadi semakin populer di kalangan remaja dan pemerhati anak-anak. Apakah yang dimaksud dengan bully ini? Apa saja bentuknya? Dan apa pula dampak yang bisa ditimbulkannya?

Definisi
Ejaan lengkapnya adalah "Bullying," merupakan sebuah bentuk perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan untuk mengganggu anak/korban lain yang lebih lemah darinya.

Definisi lain menyebutkan bullying itu adalah perbuatan/tindakan kekerasan secara fisik, lisan, dan mental kepada orang yang lebih lemah sehingga menyebabkan rasa tertekan, takut, dan putus asa. 

Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development mendefinisikan kasus bullying dapat dikatakan terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psikologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.

Apa saja bentuknya?
Bullying terdiri dari 3 bentuk, yaitu:
  1. Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, memalak, mencubit, mengancam secara fisik, memelototi, meminta paksa, dan mencuri barang.
  2. Bullying psikologis (mental), contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara sosial (mengucilkan), memusuhi, meremehkan, dan menghancurkan reputasi seseorang.
  3. Bullying verbal, contohnya menghina, mengejek, memaki, memfitnah (dengan lisan langsung), menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan (contoh: "Eh ada kebo (gendut) lewat").
Dimana bisa terjadi?
Bullying bisa terjadi di tempat-tempat berikut:
  • Terjadi pada pada situasi di mana pengawasan yang kurang dari orang dewasa, seperti di kamar mandi sekolah, jalan masuk kelas, tempat bermain dan bahkan lingkungan tempat tinggal.
  • Interaksi agresif (baik secara fisik maupun verbal) muncul setiap 24 menit di tempat bermain, sedangkan di dalam kelas kemunculannya sekali setiap 37 menit.
  • Tempat bermain yang biasanya tidak diawasi oleh guru atau orang dewasa, juga sulit dideteksi karena tingginya aktivitas bermain anak-anak di lapangan dan sering dikira sebagai salah satu bentuk permainan anak-anak misalnya permainan gulat.
  • Di dalam kelas.
Apa penyebabnya?
Penyebab terjadinya bullying antara lain:
  • Merasa iri hati 
  • Keinginan untuk membalas dendam
  • Sombong
  • Ingin diperhatikan 
  • Merasa tertekan dan marah 
  • Pengaruh media cetak dan elektronik
  • Pengaruh ekonomi
  • Rasa ingin menjadi penguasa agar terlihat hebat
  • Tidak percaya diri/merasa lemah
  • Meniru perilaku orang dewasa
  • Kurang pendidikan moral
  • Tidak suka bergaul
  • Perilaku orang yang semena-mena
  • Merasa dikucilkan 
  • Keadaan di rumah yang tidak menyenangkan 
  • Disuruh orang lain 
Apa dampaknya?
Dampak bullying secara umum adalah:
Bagi Pelaku
  • Bullying yang terjadi pada tingkat SD dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan pada jenjang pendidikan berikutnya.
  • Pelaku cenderung berperilaku agresif dan terlibat dalam gank serta aktivitas kenakalan lainnya.
  • Pelaku rentan terlibat dalam kasus kriminal menginjak usia remaja.
Bagi korban
  • Memiliki masalah emosi, akademik, dan perilaku jangka panjang seperti marah dan sedih.
  • Cenderung memiliki harga diri yang rendah, tidak percaya diri, pendiam, merasa takut, lebih merasa tertekan, suka menyendiri, cemas, tidak aman (terancam) dan tidak mau bergaul.
  • Bullying menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan sekolah seperti tidak suka terhadap sekolah, prestasi menurun, membolos, dan drop out.
Bagi saksi
  • Mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan mengalami tekanan psikologis yang berat.
  • Merasa terancam dan ketakutan akan menjadi korban selanjutnya.
  • Dapat mengalami prestasi yang rendah di kelas karena perhatian masih terfokus pada bagaimana cara menghindari menjadi target bullying dari pada tugas akademik.
Apa pencegahannya?
Apa saja yang dapat dilakukan oleh para guru untuk menangani kasus bullying di sekolah?
  • Identifikasi perilaku bullying sejak dini.
  • Fasilitas diskusi kelompok dengan siswa dan orang tua untuk membahas bullying.
  • Capai konsensus bersama mengenai bullying dan waktu yang tepat untuk mengintervensi.
  • Guru memberikan contoh bagi siswa untuk selalu berperilaku positif.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap siswa, terutama di tempat bermain.
  • Memanajemen kelas dengan menciptakan iklim kelas yang bersahabat, pengaturan tempat duduk siswa, dan penggunaan media relaksasi di kelas.
Salah satu yang terpenting adalah membuat peraturan anti bullying di sekolah berdasarkan kesepakatan bersama dengan siswa dan orang tua. Peraturan anti bullying mengenai perilaku yang pantas untuk ditunjukkan siswa di sekolah. Jumlah aturan tidak terlalu banyak dan dinyatakan dalam bentuk kalimat positif, misalnya "Perlakukan semua orang dengan baik dan hormat", "Usahakan agar semua orang merasa aman dan nyaman", serta "Tolong menolong adalah hal terpuji untuk dilakukan".

Apa yang harus dilakukan terhadap korban bullying?
Yang dapat membantu korban bullying adalah:
  • Menghibur, melindungi dan membelanya.
  • Memberitahukan kepada orang dewasa yang menjadi panutan.
  • Mengajak korban bullying untuk bergaul dan berteman.
  • Mendamaikan korban dan pelaku bullying
  • Menasehati korban agar tidak membalas dendam.
  • Berkonsultasi dengan ahlinya
Korban Bullying sendiri harus (diajari) meningkatkan rasa percaya dirinya. Sebaiknya bersikap tegas pada "musuh" yang ingin membully, jangan memancingnya dan sebisa mungkin untuk menghindarinya dengan alasan yang tidak menyakiti perasaan pem-bully.

Terakhir untuk pelaku bullying, yang harus dilakukan adalah menanyakan kepadanya apa alasannya melakukan kegiatan bullying tersebut. Beri perhatian lebih kepadanya karena salah satu penyebab utama pelaku bullying adalah kurangnya perhatian yang ia dapatkan dan ajak ia berteman, bergaul atau mengikuti kegiatan bersama. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.