Fenomena Jerawat di Masa Remaja

Monday, July 01, 2013
Jerawat

Jerawat merupakan keadaan yang cukup kompleks yang tidak hanya melibatkan kulit wajah saja, tapi juga melibatkan banyak organ tubuh lainnya. Jerawat biasanya muncul dalam bentuk benjolan pada kulit wajah dan juga bisa muncul di leher hingga ke punggung. Bila kondisi ini terjadi, ini mengindikasikan adanya masalah serius di organ tubuh Anda yang lain. Jerawat bisa disebabkan karena gangguan usus, masalah pencernaan, gangguan atau penyakit hati dan kondisi-kondisi lain yang menjadikan darah yang dialirkan ke seluruh tubuh mengandung banyak toksin/racun.

Untuk menyembuhkan jerawat, atau mencegah timbulnya jerawat, Anda tidak bisa hanya mengandalkan perawatan wajah saja. Namun ada kalanya juga jerawat bisa sembuh hanya karena menggunakan krim untuk wajah saja.

Jerawat bisa saja hilang dengan satu jenis perawatan saja, tapi jangan berharap jerawat yang lain tidak akan muncul kembali. Menggunakan krim untuk wajah, asupan nutrisi yang mencukupi, pengobatan herbal, olahraga dan menjaga kebersihan diri terutama kulit wajah belum tentu akan menghilangkan jerawat. Anda harus mengkombinasikannya dengan teknik lainnya guna mendapatkan hasil yang terbaik.

Jerawat Menyebabkan Depresi

Sebuah teori jerawat yang penting untuk diingat adalah jika pori-pori kulit wajah Anda tertutup dan tidak dibersihkan, akan membentuk kandungan minyak toksin yang sangat sulit dihilangkan. Hal ini mengakibatkan benjolan jerawat semakin besar dan tumbuh hingga ke permukaan kulit. Jika kantung jerawat pecah di bawah kulit, sel-sel darah putih akan bekerja untuk mencerna kolagen di sekeliling kantung jerawat. Inilah yang menyebabkan munculnya parut pada wajah Anda.

Untuk menghindari terbentuknya parut pada wajah akibat jerawat ini, Anda harus melakukan upaya membersihkan jerawat atau sesegera mungkin bila disadari jerawat akan datang. Perawatan semacam ini akan mencegah jerawat terinfeksi dan pecah.

Hidup dengan wajah berjerawat dalam jangka waktu yang lama, terutama saat masa remaja, bisa menyebabkan tertekannya emosi. Perlu Anda ingat, usia remaja merupakan usia dimana penampilan sangat diutamakan. Remaja yang berjerawat terkadang sering menjadi bahan olokan dan tertawaan teman-temannya. Akibatnya banyak remaja yang mengalami masalah jerawat juga mengalami depresi.

Hampir semua remaja pernah ditumbuhi jerawat, setidaknya 1 butir jerawat selama masa remajanya. Pada masa remaja, jerawat biasanya muncul saat usia 12 hingga 20 tahun. Mengapa masa remaja rentan terhadap jerawat? Tidak lain ini semua karena perubahan tingkat hormon yang pesat pada masa remaja. Ketika hormon sudah teratur, jerawat biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yang singkat, kecuali bila disebabkan karena faktor lain.

Menyembuhkan Jerawat

Makan makanan yang sehat dan mengonsumsi air putih yang cukup akan sangat membantu menjaga kesehatan kulit. Pergantian kulit (pengelupasan kulit) akan membantu membuka pori-pori dan menghilangkan sel-sel kulit yang sudah mati (salah satu penyebab tertutupnya pori-pori).

Untuk jerawat yang kecil, dapat dihilangkan dengan menggunakan obat-obatan yang langsung diterapkan pada kulit wajah. Obat-obat semacam ini biasanya mengandung bahan aktif benzoil peroksida.

Produk alami yang dapat digunakan untuk mengobati jerawat antara lain minyak esensial pohon teh atau teh hijau. Dengan membasuh wajah dengan ramuan ini, jerawat akan segera hilang atau minimal berkurang. Kedua bahan herbal ini mengandung zat anti radang.

Ketika sudah melewati masa remaja dan hormon mereka kembali bekerja secara teratur, biasanya jerawat akan hilang dengan sendirinya. Namun sebagian orang juga terus memiliki masalah jerawat bahkan hingga usia dewasa mereka. Tentu ini bukan hanya disebabkan oleh faktor hormonal. Bila ini memang terjadi dan yang lebih buruk dampaknya adalah menyebabkan tertekannya emosi dan depresi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter dermatologi (ahli kulit).

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.