Gonorrhea, Penyakit Kencing Nanah

Friday, March 01, 2013
Gonorrhea atau penyakit kencing nanah adalah satu diantara banyaknya penyakit kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri berbentuk biji kopi yang disebut gonococcus. Dalam beberapa kasus, penyakit kencing nanah ini juga dapat disebabkan karena tangan yang kotor, peralatan, pakaian, wc yang kotor, bahkan air mandi. Bukan hanya orang dewasa, anak perempuan yang masih kecil juga mudah sekali terserang penyakit ini.

Bakteri gonorrhea
Bakteri gonorrhea

Gejala Penyakit Kencing Nanah

Perasaan panas (terbakar) saat buang air kecil akan menjadi tanda-tanda awal menderita penyakit ini. Penderita mungkin juga akan sering buang air kecil, dan akan keluar cairan berwarna kuning kehijau-hijauan. Pada kaum laki-laki, ujung zakar mungkin akan memerah dan bengkak. Pada kaum wanita, kelenjar-kelenjar di sekeliling lubang yang menuju liang senggama akan terasa panas dan bengkak, dan pada fase yang lebih lanjut akan keluar kotoran yang kuning dan kental.

Banyak wanita dewasa yang sudah lama dihinggapi oleh bakteri gonococcus ini, namun tidak menyadari bahwa mereka sudah terserang penyakit ini dan mereka menjadi penyebar bakteri ini lewat hubungan kelamin. Pengeluaran lendir/getah yang menahun bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Pada anak kecil, terutama perempuan, mungkin terdapat warna kemerah-merahan yang jelas dan pembengkakan pada alat kelaminnya dengan disertai rasa panas/terbakar saat buang air kecil. Jika seorang ibu hamil tertular penyakit kencing nanah, besar kemungkinan si bayi nantinya juga akan mendapatkan penyakit ini. Kecuali dirawat atau ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyebakan kebutaan bila si bayi sudah bertambah besar.

Komplikasi Penyakit Kencing Nanah

Bukan hanya terdapat rasa nyeri dan perasaan tidak nyaman pada laki-laki dan perempuan ketika penyakit kencing nanah ini berada dalam taraf akut, akan tetapi penyakit ini juga dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas). Pada kaum pria, kelenjar prostat akan mendapatkan infeksi, dan saluran air seni akan menyempit, sehingga menyebabkan lambatnya air kemih keluar. Pada wanita, saluran telur akan tersumbat oleh nanah dan infeksi bisa semakin meluas ke seluruh panggul.

Mungkin juga si penderita akan demam, merasa mual, muntah-muntah dan nyeri yang hebat di perut bagian bawah. Banyak pasien yang dikira terkena penyakit usus buntu (infeksi umbai usus buntu) namun ternyata ia mengidap penyakit kencing nanah. Jika bakteri gonococcus sudah menyerang peredaran darah, mungkin akan terjadi peradangan pada persendian, sperti pada lutut, mata kaki, bahu, siku serta menjalar ke infeksi pada mata.

Perawatan Penyakit Kencing Nanah

Bila sudah merasakan gejala-gejala seperti diatas, yang pertama-tama harus dilakukan tidak lain dan tidak bukan adalah menemui dokter. Jangan sekali-kali membeli obat sembarangan di apotik. Ada baiknya jangan ikuti saran teman Anda yang mengatakan bahwa "Saya sembuh dari penyakit kencing nanah dengan obat ini, beli saja di apotik." Meskipun obat yang dikonsumsi oleh teman Anda itu adalah resep dari dokter, tapi belum tentu obat tersebut cocok untuk Anda. Bukan kesembuhan yang Anda dapat, namun komplikasi atau resistensi bakteri gonococcus yang lebih parah yang akan Anda dapatkan. Akhirnya penyakit penyakit kencing nanah Anda sulit untuk disembuhkan. Lagipula gejala-gejala yang Anda rasakan itu harus dipastikan dulu bahwa itu adalah penyakit kencing nanah, ini harus dilakukan dengan pemeriksaan dokter.

Namun, sebagai gambaran, beberapa puluh tahun silam, penicillin menjadi obat favorit untuk mengobati penyakit kencing nanah ini. Namun sekarang zaman sudah berbeda, bakteri gonococcus sudah bermutasi dan kemungkinan tidak sembuh lagi oleh penicillin. Antibiotik yang sering digunakan saat ini untuk mengobati penyakit kencing nanah antara lain sefalosporin dan ceftriaxone. Namun sekali lagi, ini hanya gambaran. Jangan pernah membeli obat ini tanpa resep dokter, karena antibiotik ini tergolong keras dan berbahaya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.