Cara Mudah Membentuk Tubuh Atletis

Tuesday, March 12, 2013

Mendapatkan tubuh sehat plus atletis menjadi suatu yang diidamkan oleh kaum pria. Selain menunjang penampilan, juga membuka peluang prestasi, karier dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum pria.

Tak heran, untuk mendapatkan tubuh yang berotot bahkan perut yang six pack, kadang orang melakukannnya dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan berlatih di gym/fitness center. Berolahraga untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan sebaiknya tergantung dari tujuan. Bagi binaragawan, membentuk otot memang menjadi tujuan utama karena itulah yang menjadi modal utama untuk meraih prestasi. Namun, untuk kita? Atletis saja sudah cukup. Makanya, saat ini makin banyak generasi muda yang menekuni gym/fitness.

Six pack

Berbagai media olahraga di tempat gym/fitness center untuk membentuk otot, banyak menggunakan alat-alat yang tujuan penggunaannya adalah memberikan beban pada tubuh. Dengan adanya beban itu, sistem jantung dan paru dipacu menjadi terlatih. Alat yang digunakan pun  disesuaikan dengan bagian otot mana yang akan dilatih. Namun, otot harus dilatih pelan-pelan, tidak boleh secara instant.

Akhirnya, dengan latihan tersebut, otot akan mengalami hipertrofi (pembesaran) karena sel dalam otot membesar akibat gerakan atau tekanan. Ada juga yang terjadi karena jumlah sel yang meningkat, namun kebanyakan adalah karena pembesaran otot. Sepanjang dilakukan rutin dan latihan yang tepat akan membuahkan hasil maksimal untuk pembentukan otot.

Mungkin awal melakukan gym/fitness tubuh akan mengalami pegal-pegal pada minggu pertama. Namun lama kelamaan, rasa sakit/pegal itu akan tidak ada lagi karena otot sudah mulai terbiasa dengan latihan yang dilakukan.

Ok, untuk mendapatkan bentuk tubuh yang atletis, seseorang harus disiplin dalam berlatih mengikuti pola latihan. Berikut beberapa pola latihan yang harus dilakukan.

HARI LATIHAN
 Hari pertama                         Latihan chest, tricep, dan abs
 Hari kedua  Latihan deltoid, bicep dan cardio
 Hari ketiga  Latihan detoid trapeszius, leg dan abs.
 Hari keempat  Istirahat
 Hari kelima  Latihan chest, tricep, dan abs
 Hari keenam  Latihan back, bicep dan cardio
 Hari ketujuh  Istirahat

Latihan tersebut maksimal dilakukan dua jam dan harus rutin untuk mendapatkan manfaat/ tubuh yang atletis.

Dan yang tak kalah penting, asupan makanan yang dapat memacu pembentukan otot juga harus dipenuhi, misalnya asam amino. Suplemen dan susu yang kaya akan asam amino banyak diperjual belikan saat ini. Konsumsi air putih juga harus cukup karena sat berlatih tubuh banyak mengeluarkan cairan dan zat-zat mineral tubuh penting.

Berikut disiplin pola makan agar mendapatkan tubuh yang atletis :

JAM MAKANAN
 Pukul 07.30           Tiga potong roti gandum, dua putih telur dan susu protein tinggi.
 Pukul 10.00   Oatmeal dan tiga butir putih telur
 Pukul 12.00   Nasi putih, ayam/daging bakar, tahu, tempe dan sayur
 Pukul 16.00   Dua potong roti gandum, oatmeal, dua butir putih telur dan susu protein tinggi
 Pukul 20.30   Nasi putih, ayam/daging bakar, tahu/tempe, dan sayur
 Pukul 22.30   Oatmeal/roti gandum/buah-buahan jika terasa lapar

Selain mengikuti disiplin pola makan dan latihan seperti diatas, keseriusan dalam berlatih sangat berpengaruh dalam pembentukan tubuh menjadi atletis.

Sesekali janganlah menggunakan doping untuk memacu otot serta tidak over dalam latihan. Jangan menggunakan obat yang memicu perkembangan otot, seperti zat anabolik steroid. Karena hal ini berbahaya karena normalnya steroid sudah diproduksi oleh tubuh dalam  jumlah yang normal. Bila disuplai dari luar, maka steroid  di dalam tubuh akan berhenti berproduksi.

Selain itu berlatih secara kontinyu harus dilakukan untuk mempertahankan bentuk otot yang telah diperoleh. Bila tidak dilatih, ukuran otot akan mengecil dan keadaan kulit akan mengendur.

Kredit foto : parklandsnichesites.com
Share this article :

Artikel Menarik Lainnya

Post a Comment

 
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.